Dipaksa Membaca

Ketika di kampung halaman dulu, buku bacaan tidak termasuk dalam daftar menu sehari-hariku. Tapi saat bermain ke rumah teman, aku dipaksa berhadapan dengan koleksi buku dan majalah di ruang tamu. Bukan temanku atau orang tuanya yang memaksa, tapi keadaan saat itulah yang terus memaksa. Hingga semakin lama, membaca pun secara perlahan bisa berubah menjadi temanku. Bahkan saat bermain tak ada temanku di sana, aku tetap merasa senang saat diizinkan ibu atau ayahnya untuk membaca buku dan majalah yang di sana.

Dari buku dan majalah di rumah temanku itulah, pengetahuan semakin terbang ke mana-mana. Banyak hal baru yang tak pernah terpikir sebelumnya. Banyak hal lain yang membuat isi kepala terbuka. Bersyukur, aku banyak belajar di sekolah kedua itu. Di rumah temanku, sekaligus tetangga sebelah rumah di kampung halaman. Tempat lahir dan dibesarkan oleh orang tua. Tempat yang bersejarah bagiku, kota kecil di pesisir selatan provinsi Jawa Tengah yaitu Kebumen.

Spa yang Tidak Biasa

Dimana saja, kapan saja dan berapapun biayanya kalau untuk menjaga kecantikan, maka berbondong-bondong wanita memprioritaskan untuk keperluan ini. Beberapa tempat yang menawarkan jasa perawatan kecantikan juga semakin banyak dan bertebaran di mana-mana. Dan, semakin vulgar...

Klinik kecantikan yang satu ini berani tampil beda dan benar-benar luar biasa. Tidak hanya layanan spa pada umumnya seperti relaksasi otot, pembaluran dan penggosokan tubuh atau body scrub dengan rempah-rempah, kemudian dilanjutkan dengan proses perendaman. Tetapi di tempat ini juga memberikan pelayanan spa khusus.

Spa khusus yang belum ditemukan di tempat lain, dan akhirnya membuat perjalanan kami terhenti untuk menjepret gambar neon box yang bertengger di halaman depan klinik. Memang sangat jeli pihak klinik ini menarik perhatian konsumen di tengah menjamurnya rumah spa di Jakarta. Perbedaan yang mencolok pada neon box tersebut adalah terteranya salah satu jenis layanan yang menawarkan jasa spa khusus. Yaitu "Spa Khusus Vagina"

Anda berminat.???


Silakan berkunjung ke Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 69, Jakarta Selatan. Lokasinya tidak jauh dari pasar PSPT. Telpon saja ke nomer (021) 83783772. Kalau sudah sampai ke sana, bagi-bagi info kondisi di dalamnya ya. Hehehe...

Tapi, jika Anda sudah yakin dengan kecantikan dari dalam itu jauh lebih baik. Cukup perawatan sederhana saja. Karena kecantikan fisik jika tidak diimbangi dengan kecantikan tingkah laku itu tak akan memberikan manfaat bagi Anda. Dan yang terpenting lagi bahwa kecantikan bukan untuk diobral kepada semua orang.

Blog Bisa Bantu Menemukan (BBBM)

Banyak manfaat yang didapat melalui media blog. Tidak hanya berbagi cerita, tidak cuma sekedar salurkan hobi, tapi juga bisa bantu menemukan barang yang hilang. Ah, masa iya.?!?


Contohnya yang sekarang ada di hadapan Anda ini. Telah ditemukan sebuah benda berupa 'flashdisc' dengan ciri-ciri dodol keplak djomplang tafi fayah ups...! mohon maaf untuk rinciannya tidak bisa disebutkan di sini.

Benda tersebut ditemukan di lingkungan kantor BPPT Gedung 1 yang berada di kawasan Jl. MH. Thamrin No.8 Jakarta Pusat pada hari Selasa, 22 Maret 2011. Bagi yang merasa kehilangan diharapkan supaya mengirimkan keterangan rinci benda hilang tersebut melalui surel ke alamat b******m@yahoo.com

Tenang... tenang... saya tidak mengharapkan imbalan atau tebusan apapun. Paling-paling sambil numpang promosi blog saya ini, biar bisa terkenal (beuuhhh.!!! masih pamrih juga rupanya.!!!) Hahaha... ya sudahlah. Itu saja yang bisa saya sampaikan. Kalau ada kekurangannya jangan minta pada saya, kalau ada kelebihannya boleh juga sih, bagi-bagi dengan saya. Aaalamaakkk.!!! keceplooosan aku.

Kalau sudah diposting, tinggal pasang pengumuman di sekitar lokasi ketemunya barang tersebut. Inti pemberitahuannya adalah agar yang merasa kehilangan sesuatu dapat segera buka internet menuju alamat blog dengan postingan barang hilang ini.

Nah, tinggal dipasang fotonya...


Nah loh.!!! Foto apaan nih nyasar kemari.???

Fresh From The Wajan

Daripada suntuk saat malam hari di musim hujan. Lebih asyik jalan-jalan sambil cari makan camilan. Di tengah perjalanan, terpesona pandanganku pada sebuah tampilan. Satu slogan bertuliskan "Fresh From The Wajan".

Walau masih menggunakan gabungan 'ngapak' bahasa daerah asal mendoan dengan bahasa asing, ah... sudahlah, itu ndak terlalu penting.


Nah... ini dia makanan kesukaanku, hhmmmm... tempe mendoan, makanan asli Indonesia. Panganan ndesa yang sudah mulai merambah di wilayah ibu kota. Menjadi alternatif lain bagi yang terbiasa makan jajanan gaya luar negeri, gerobak tempe mendoan ini tetap bisa berbangga dengan identitas aslinya.

Suguhan yang menawarkan makanan berbungkus daun pohon pisang dihidangkan bersama sambal kecap, bangkitkan gairah untuk menikmati makanan kenyal empuk dan gurih ini. Disertai rasa percaya diri berada diantara deretan gerobak jajanan modern, ia berhasil menaklukkan lidah orang modern. Istilah bahasa "ngapak" dari tempat asalnya pun tak ketinggalan dipajang pada spanduknya. Aja Klalen.


Penasaran...? Cobalah sesekali melintas di jalan Kramat Sentiong Raya - Jakarta Pusat dan berhentilah di persimpangan jalan arah Kramat Pulo Gundul, diantara beberapa pedagang ayam goreng, mie, es jus dan kebab di sana akan dengan mudah Anda temukan tempe medoan yang terpampang di blog ini.

Bukan Sekedar Belajar Menulis

Berawal dari selembar kertas dan sebuah pena, kumulai mengeja kata untuk gambarkan suasana jiwa. Kutuangkan berjuta makna yang terekam dalam jajaran peristiwa. Terpancar dalam goresan tinta yang tak pernah terbaca oleh ribuan pasang mata, hanya tersimpan di dalam ruang rasa. Rasa tak percaya ketika yang lain tak mau menerima. Namun, tiada lelah kuteruskan semangat ini, semangat untuk terus belajar menulis.